Tampilkan postingan dengan label Coorporate & Marketing Communications (Corporate Communication Strategy). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coorporate & Marketing Communications (Corporate Communication Strategy). Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Mei 2020

Perkembangan Teknologi yang begitu Pesat telah memisahkan Komunikasi massa dan Komunikasi antarpribadi

Studi komunikasi massa merupakan salah satu wilayah kajian ilmu komunikasi yang berkembang sejalan dengan perkembangan manusia. Perkembangan yang begitu cepat ini menimbulkan kesulitan tentang bagaimana mendefinisikan kajian wilayah ilmu komunikasi massa.


KOMUNIKASI MASSA
Definisi Komunikasi massa
Menurut Joseph A. Devito, Komunikasi massa adalah komunikasi yang di tunjukan kepada massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. 

Menurut Gerbner (1967), Mass Communication adalah pembuatan dan pendistribusian pesan secara berkelanjutan dan luas dalam masyarakat industri, yang dilandasi oleh teknologi dan kelembagaan.

Dari definisi Gerbner tergambar bahwa komunikasi massa itu menghasilkan suatu produk berupa pesan-pesan komunikasi, yang disebarkan kepada khalayak luas secara terus menerus dalam jarak waktu tetap (harian, mingguan, bulanan). Proses memproduksi pesan tidak dilakukan oleh perorangan, melainkan harus oleh lembaga. Dan pendistribusian pesan itu membutuhkan teknologi tertentu. Oleh sebab itu komunikasi massa lebih banyak dilakukan oleh masyarakat industri.

Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner. Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang 

Bagaimana Teknologi telah mengubah Komunikasi Massa.
Teknologi internet telah mengubah wajah komunikasi massa. Saat ini siapa pun yang memiliki keterampilan, dapat memposting informasi apa pun di web. Orang yang memposting informasi dan menggunakan internet tidak memerlukan lisensi atau izin untuk menyebarkan informasi kepada massa. Internet mengubah cara kita berkomunikasi dan yang paling penting bagaimana kita menerima dan mengirimkan informasi. Penemuan teknologi ini menciptakan cara-cara baru untuk mengakses informasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Internet menjadi semakin penting dalam kehidupan banyak orang di seluruh dunia. 

Dampak positif teknologi pada komunikasi massa.
Dulu, pelaku komunikasi massa yang menyediakan informasi dan menyebarkannya kepada orang banyak, dikuasai oleh lembaga yang mampu memiliki teknologi penyebaran informasi, memiliki modal untuk itu, serta memiliki ijin dan lisensi untuk itu. Kehadiran teknologi baru dalam bentuk internet telah mengubah itu semua. Saat ini teknologi telah memberi kekuatan kepada siapapun untuk menyediakan informasi dan menyebarkannya kepada orang banyak. Kekuatan ini bahkan bisa dimiliki oleh dia yang bukan sebuah lembaga, dan bisa dimiliki oleh dia yang tidak memiliki ijin dan lisensi untuk menyebarkan informasi. 

Keadaan ini memberikan keuntungan kepada khalayak karena informasi sekarang ini tidak lagi hanya dikuasai oleh orang-orang tertentu yang bisa saja memiliki agenda tertentu. Sekarang tidak ada lagi privilage yang dimiliki seseorang sehingga ia bisa menguasai informasi dan mengatur alur informasi. Khalayak tidak lagi berada dalam posisi lemah yang cuma bisa menerima informasi yang disediakan oleh pihak yang memiiki kuasa atas informasi, karena khalayak kini memilik banyak plihan sumber informasi. 

Alternatif untuk mendapatkan informasi sekarang terbuka lebar. Kehadiran media sosial menguatkan hal itu. Dengan satu sentuhan tombol saja semua informasi muncul di depan mata. Tidak ada lagi informasi yang dapat disembunyikan dan dikuasai pihak tertentu. 

Contoh dampak positif teknologi pada komunikasi massa.
Tahun 2019 ketika terjadi sebuah kejadian unjuk rasa di depan KPU, maka informasi tentang apa yang terjadi di situ, situasi keamanan di situ, siapa saja yang berada di situ, dan kemacetan jalan yang diakibatkannya bisa diperoleh tidak hanya dari pemberitaan yang disampaikan oleh media massa, namun juga bisa diperoleh dari laporan pandangan mata seseorang yang kebetulan sedang berada di situ dan kemudian menyampaikan informasi nya dalam bentuk foto, teks maupun video dengan melalui media sosial. Informasi yang disampaikan oleh orang tersebut terkadang muncul lebih cepat dan lebih lengkap dari pada informasi yang disampaikan oleh media massa.  

Dampak negatif teknologi pada komunikasi massa.
Meskipun demikian, kemudahan yang diciptakan oleh teknologi dalam komunikasi massa sesungguhnya menyimpan ancaman. Kebebasan yang diciptakan oleh teknologi telah menciptakan supply informasi yang meningkat dalam hal kuantitas, namun begitu tidak berarti juga meningkat dalam hal kualitasnya. 

Hal ini jadi membahayakan ketika sang pemroduksi komunikasi tidak memiliki kompetensi, skill dan kemampuan yang cukup dalam memproduksi informasi. Kualitas konten informasi yang diproduksi menjadi tidak memenuhi syarat sebagai informasi yang layak untuk dikonsumsi oleh khalayak yang berjumlah banyak. Akibatnya seringkali tersebarlah ke khalayak, informasi keliru dan informasi salah yang biasa disebut dengan hoax. Informasi hoax tumbuh subur dan menciptakan kekacauan di khalayak.  Khalayak yang dulu menerima informasi dari media massa tradisional yang nota bene menyebarkan informasi yang sudah disaring terlebih dahulu sehingga relatif terjaga kebenarannya; sekarang ini dihadapkan pada tantangan untuk mampu mengenali sendiri mana informasi yang terjamin kebenarannya dan mana yang tidak. 

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI
Definisi Komunikasi antar pribadi

De Vito (2009) mendefinisikan komunikasi antar pribadi sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan di antara dua orang atau lebih, secara formal maupun informal. 

Tubbs dan Moss (2008) mendefinisikan komunikasi antar pribadi sebagai sebuah proses komunikasi antara komunikan dan komunikator yang ditandai dengan terwujudnya saling pengertian, kesenangan, saling mempengaruhi, hubungan sosial yang baik, juga adanya tindakan nyata sebagai umpan-balik.

Birchmeier (2011) menjelaskan bahwa komunikasi antar pribadi adalah pertukaran informasi antara dua orang atau lebih. Selama proses komunikasi antar pribadi, terjadi perukaran pesan antara komunikator dan komunikan

Bagaimana Teknologi telah mengubah Komunikasi Antar Pribadi

Komunikasi antar pribadi sebelumnya selalu dikaitkan dengan komunikasi dengan cara tatap muka. Kemudian selanjutnya muncul alternatif surat menyurat. Namun surat menyurat tidak memiliki aspek interaktivitas, sehingga tidak mampu menggantikan ”kekayaan” komunikasi antar pribadi dengan tatap muka.

Kemudian ketika tahun 1800-an ditemukan teknologi telepon, maka komunikasi antar pribadi meluas tidak hanya terjadi dalam bentuk tatap muka. Itulah awal mula ketika teknologi mengubah cara orang berkomunikasi antar pribadi.

Dan dihari ini, teknologi telah begitu kuatnya masuk ke dalam kehidupan kita. Teknologi digital di hari ini telah begitu banyak mengubah wajah komunikasi antar pribadi. Teknologi komunikasi yang berkembang saat ini memberi kemudahan akses pada komunikasi antar pribadi. Masyarakat saat ini tidak tergantung hanya pada komunikasi antar pribadi yang dijalin dengan cara “face to face”. Kehadiran internet yang membuka jalan media baru untuk hadir ditengah masyarakat yang memberikan layanan kemudahan dalam berinteraksi serta berkomunikasi dengan sesama pengguna membawa pengaruh besar dan kemudian membentuk budaya baru dalam berkomunikasi.

Perkembangan teknologi internet yang saat ini dapat diakses melalui benda kecil bernama smartphone yang mudah dibawa-bawa, semakin mempermudah komunikasi antar pribadi. Hanya dari sebuah smatrphone kita bisa melakukan komunikasi antar pribadi kapan saja di mana saja dan dengan siapa saja.

Dampak positif teknologi pada komunikasi antar pribadi

Banyak sekali kendala di masa lalu yang dapat diselesaikan dengan teknologi hari ini. Di masa lalu kendala jarak menjadi salah satu penghalang besar bagi orang yang ingin berkomunikasi secara tatap muka. Dulu untuk saling bertatap muka dalam komunikasi antar pribadi, tidak ada jalan lain selain harus saling berjumpa secara fisik. Teknologi internet dan selular saat ini memungkinkan siapa saja yang berada di belahan dunia manapun untuk saling berkomunikasi bahkan dengan cara tatap muka tanpa bertemu, melalui teknologi videocall.

Kendala lain yang hilang akibat kehadiran teknologi adalah kendala biaya untuk berkomunikasi antar pribadi. Teknologi yang bisa diakses melalui smartphone tidak hanya meyediakan kemudahan tapi juga menyediakan affordability. Dulu untuk saling bertatap muka dalam komunikasi antar pribadi, tidak ada jalan lain selain harus saling berjumpa seara fisik. Dan untuk itu kita kadang harus menempuh jarak berkilo-kilometer dengan alat transportasi tertentu, dengan menghabiskan waktu, energi dan biaya yang tidak sedikit. Teknologi canggih di hari ini telah memungkinkan kita berkomunikasi antar pribadi dengan biaya yang lebih murah. Dapat disimpulkan bahwa teknologi telah menjadikan komunikasi antar pribadi menjadi lebih simpel, lebih nyaman, lebih mudah, lebih efektif dan lebih murah.

Dampak positif teknologi pada komunikasi antar pribadi

Wawancara dalam rekuitmen pegawai yang dulu hanya bisa dilakukan dengan cara pertemuan fisik, saat ini bisa dilakukan dengan lebih mudah, nyaman dan murah. Kandidat tidak perlu lagi menempuh jarak yang jauh untuk berjumpa dengan pewawancara di suatu tempat, dengan cara yang menghabiskan waktu, energi dan biaya. Dengan teknologi video call, pewawancara dapat melakukan wawancara tatap muka dengan kandidat karyawan dengan sangat mudah, murah, cepat dan tanpa kehilangan nilai dan kualitasnya.

Cara ini setidaknya dapat dilakukan dalam seleksi awal kandidat, sehingga lebih banyak kandidat karyawan yang bisa diwawancarai. Baru ketika jumlah kandidat mengerucut menjadi lebih sedikit dan tersaring, pertemuan fisik bisa mulai dilakukan demi mendapatkan nilai wawancara yang lebih komprehensif. 

Dampak negatif teknologi pada komunikasi antar pribadi

Selain banyaknya perubahan positif dalam komunikasi antar pribadi yang dipicu teknologi, maka dampak negatif juga terjadi. Teknologi yang menyediakan kemudahan dan kenyamanan itu telah membuat manusia terlena dan kecanduan kemudahan. Dengan kata lain, menciptakan kemalasan. Komunikasi antar pribadi dengan tatap muka dan pertemuan fisik menjadi sebuah hal yang dianggap terlalu merepotkan, sehingga manusia menjadi malas untuk melakukannya. Buat apa tatap muka apabila ada cara lain yang bisa mengggantikannya? Itu yang menjadi pertimbangannya.

Kita ambil saja Video Call sebagai contoh metoda komuniksai antar pribadi dengan bantuan teknologi. Videocall memang masih memberikan rasa tatap muka, namun tak ada sentuhan, tak ada pelukan. Silaturahmi yang harusnya bernilai tinggi karena melibatkan semua panca indera kita yaitu mata, telinga, penciuman aroma, sentuhan dan bahkan rasa di lidah, sekarang kehilangan sebagian ”kekayaanya.” Sebaik baiknya teknologi seperti videocall, ia hanya bisa melibatkan dua indera yaitu mata dan telinga. Tiga indera lainnya tak bisa diakomodasi. Namun kemudahan dan kenyamanan membuat kita bersedia mengorbankan itu. Kita memilih untuk bersilaturahmi dengan kurang ”kaya”, demi mengejar kemudahan dan kenyamanan.

Bisa disimpulkan dari hal di atas bahwa makna relationship yang dulunya dibina kedalamannya dengan komunikasi antar pribadi yang dilakukan dengan intim, makin lama akan berubah sifat. Akan ada standar baru. Akan ada new normal dalam standar keintiman sebuah komunikasi antar pribadi. Karena aspek kemudahan dan kenyamanan makin lama akan menjadi aspek yang lebih diprioritaskan.

Perencanaan Komunikasi Korporasi yang Gagal berdasarkan Model Advokasi yang telah dilakukan di Indonesia

Pengertian Advokasi


Advokasi atau dalam bahasa Inggrisnya adalah advocacy didefinisikan sebagai berikut

Menurut John Hopkins (1990), advokasi adalah usaha untuk mempengaruhi kebijakan melalui bermacam-macam bentuk komunikasi persuasif dengan menggunakan informasi yang akurat dan tepat.

Menurut Cohen (2001) advokasi adalah upaya untuk mempengaruhi sebuah keputusan - termasuk di dalamnya kebijakan publik dan keputusan alokasi sumber daya dalam polotok, ekonomi, sistem dan tatanan sosial yang secara langsung memengaruhi kehidupan masyarakat.

Advokasi juga didefiniskan sebagai serangkaian tindakan yang dirancang untuk membujuk dan memengaruhi pemegang kekuasaan pemerintahankekuasaan politik, atau kekuasaan ekonomi sehingga mereka bersedia menerapkan kebijakan publik yang menguntungkan bagiorang-orang yang relatif tidak punya kekuasaan dan tidak punya banyak sumber daya ekonomi.(Mansfield, Christian; MacLwod, Kurt; Greenleaf, Maron; & Alexander, Poppy; 2003)

Contoh kasus Advokasi

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) merupakan sebuah organisasi gerakan lingkungan hidup terbesar di Indonesia, dengan jumlah anggota sebanyak 487 organisasi. Sejak tahun 1980 hingga saat ini, WALHI secara aktif mendorong upaya-upaya penyelamatan dan pemulihan lingkungan hidup di Indonesia. WALHI bekerja untuk terus mendorong terwujudnya pengakuan hak atas lingkungan hidup, dilindungi serta dipenuhinya hak asasi manusia sebagai bentuk tanggung jawab Negara atas pemunuhan sumber-sumber kehidupan rakyat.

WALHI menyadari bahwa perjuangan semakin dihadapkan pada tantangan berat, terutama yang bersumber pada semakin kukuhnya dominasi rezim kapitalisme global dan semakin menguatnya dukungan kekuatan politik dominan di dalam negeri terhadap kepentingan negara‐negara industri atau rejim ekonomi global.

Dalam perjuangan penyelamatan lingkungan hidup dan sumber-sumber kehidupan rakyat yang begitu berat, dibutuhkan gerakan sosial yang kuat dan luas untuk secara bersama-sama memperjuangkan keadilan ekonomi, sosial dan ekologis untuk generasi hari ini dan generasi mendatang. WALHI memastikan dirinya menjadi bagian utama dari gerakan ini.

Visi Walhi

Terwujudnya suatu tatanan sosial, ekonomi dan politik yang adil dan demokratis yang dapat menjamin hak-hak rakyat atas sumber-sumber kehidupan dan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.

Misi Walhi

  1. Mengembangkan potensi kekuatan dan ketahanan rakyat
  2. Mengembalikan mandat negara untuk menegakkan dan melindungi kedaulatan rakyat
  3. Mendekonstruksikan tatanan ekonomi kapitalistik global yang menindas dan eksploitatif menuju ke arah ekonomi kerakyatan
  4. Membangun alternatif tata ekonomi dunia baru
  5. Mendesakkan kebijakan pengelolaan sumber-sunber kehidupan rakyat yang adil dan berkelanjutan

Salah satu agenda yang menjadi perhatian Walhi adalah permasalahan sampah plasitk di Indonesia yang relatif tidak terperhatikan oleh pemerintah dan juga oleh masyarakat umum. 

Upaya advokasi terhadap pemerintah harus dilakukan dengan intensif untuk menjadikan masalah sampah plastik jadi agenda penting dalam kebijakan pemerintah Indonesia. 

Walhi melakukan upaya advokasi dengan model advokasi A-Frame seperti di bawah ini

Analisis:

Permasalahan:

  • Sampah plastik semakin lama semakin menumpuk dan sudah mulai menjadi masalah lingkungan yang menkhawatirkan di Indonesia
  • Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 64 juta ton per tahun.
  • Indonesia menjadi negara nomor 2 penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia setelah China (data World Bank)
  • Masih banyak industri pemroduksi sampah plastik yang tidak merasa perlu mengurusi sampah plasik yang mereka hasilkan
  • Masyarakat terlalu terbiasa serampangan menggunakan plastik sekali pakai baik dalam bentuk kantong plastik, sedotan maupun botol minuman.

Tujuan

Menyelesaikan masalah sampah plastik dari dua arah penyelesaian.

  • Memastikan adanya peran pemerintah melalui peraturan resmi yang mengatur pelaku industri dalam penggunaan plastik
  • Menciptakan masyarakat yang sadar dan bijak dalam menggunakan plastik dalam kehidupan sehari harinya

 Stakeholder yang menjadi sasaran:

  • Pemuat Undang-undang (Pemerintah dan DPR)
  • Masyarakat umum pengguna plastik. 

Strategi

  • Melobby pemerintah pusat agar segera melakukan tindakan konkrit dalam menangani sampah plastik
  • Memberikan dorongan dan menciptakan urgency kepada pemerintah pusat untuk segera menerbitkan peratutan pelaksanaan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang mensyaratkan industri consumer good, makanan & minuman, peralatan rumah tangga, karung, kemasan, susu dll untuk menangani sampah plastik yang dihasilkan dari produk mereka.
  • Memberikan dorongan dan menciptakan urgency kepada pemerintah pusat /daerah untuk menerbitkan aturan resmi yang mengatur gaya hidup masyarakat dalam menggunakan plastik
  • Menyelenggarakan edukasi langsung kepada masyarakat umum untuk menerapkan gaya hidup yang bijak dalam menggunakan plastik, melalui serangkaian kampanye, seminar dan pelatihan. 

Mobilisasi

  • Menggandeng organisasi dan komunitas pemerhati lingkungan lain seperti Indorelawan, Volunteer Hub, Greenpeace Indonesia, Pandu Laut Nusantara, Gerakan Indonesia Diet Kantong untuk bersama memperjuangkan hal ini
  • Menggandeng selebriti yang memliki perhatian pada permasalahan lingkungan seperti grup band Slank.
  • Membina hubungan baik dengan Media massa sebagai channel terpenting dalm mengkomunikasikan tekanan kepada pemerintah serta mengkomunikasikan edukasi kepada masyarakat umum.

Aksi:

Pemerintah sebagai sasaran:

  • Melakukan upaya akselerasi agar pemerintah dan DPR segera meloloskan kebijakan pengenaan cukai pada komoditas plastik. Di mana cukai akan digunakan menjadi sumber biaya pengelolaan sampah plastik di Indonesia
  • Melakukan serangkaian hearing dan dengar pendapat dengan DPR dan wakil pemerintah untuk menerbitkan peraturan pelaksanaan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
  • Melakukan negosiasi dengan DPR Komisi VII untuk memunculkan kebijakan menyetop impor sampah plastik dan merevisi peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31/ 2016 tentang Ketentuan Impor Limbah Non Bahan Beracun Berbahaya mengandung (B3), importir boleh mengimpor sampah asalkan tidak mengandung B3.
  • Secara kontinu menyampaikan siaran pers maupun melakukan konferensi pers kepada media massa, tentang update proses negosiasi dan hasil upaya penekanan pada pemerintah

1. Masyarakat umum sebagai sasaran:

  • Bersama aktivis lingkungan hidup melakukan kampanye Pawai Bebas Plastik di car free day di seluruh kota besar Indonesia salah satunya di Jakarta dengan tema Monster Plastik dan menuntut pemerintah melakukan tiga hal

  1. Melarang penggunaan plastik sekali pakai.
  2. Memperbaiki sistem tata kelola sampah yang berupa sistem pemilahan sampah dan dukungan produksi kemasan pro-lingkungan.
  3. Memaksa produsen dan pelaku usaha bertanggung jawab atas sampah plastik untuk diambil kembali dan berinovasi menjadi ramah lingkungan.

  • Pelatihan pemuatan ecobric yang dilakukan pada guru, anak sekolah maupun masyarakat umum
  • Mengedukasi komunitas dan masyarakat permukiman dengan konsep bank sampah plastik
  • Mengkampanyekan gerakan diet plastik
  • Pelatihan di sekolah dalam hal daur ulang plastik dan kertas. 

Evaluasi

Meskipun ada sedikit kemajuan namun secara garis besar, upaya yang dilakukan Walhi masih menemui kegagalan, dan belum menunjukkan hasil yang signifikan:

 Hasil positif:

  • Tujuh kota di Indonesia telah berencana menrapkan pembatasan kantong plastik di sektor retail, namun pelaksanaannya masih simpang siur dan belum tertata baik

 Hasil negatif:

  • Belum ada tanda-tanda pemerintah pusat melakukan tindakan yang konkrit dalam menangani sampah plastik
  • Pengenaan cukai pada komodita plastik belum terlaksana
  • Belum ada aturan resmi yang mengatur pelaksanaan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang mewajibkan industri pemroduksi plastik untuk berkewajiban menangani sampah plastik yang dihasilkan oleh industrinya
  • Inpor sampah plastik masih berlangsung
  • Belum ada aturan resmi yang membatasi masyarakat umum dalam menggunakan plastik
  • Indonesia masih belum turun peringkatnya dari peringkat kedua penyumbang sampah plastik di dunia  (data world bank)
  • Jumlah sampah plastik malah  meningkat dari 64 juta ton per tahun menjadi 67 juta ton di tahun 2019 (data world bank)

Keseimbangan

Kegiatan Advokasi adalah kegiatan yang berkesinambungan. Meskipun di tahun 2019 belum ada hasil yang signifikan, Walhi tetap terus berkomitmen dalam mewujudkan upaya-upaya yang membuat pemerintah memberlakukan peraturan resmi yang berhubungan dengan penggunaan plastik dan sampah plastik serta mengedukasi masyarakat dalam pemggunaan plastik dalam kehidupan sehari hari. 

Model Perencanaan Komunikasi Korporasi : Model Pencitraan.

Perencanaan kommunikasi memiliki 2 konsep yaitu perencanaan dan komunikasi. perencanaan adalah suatu proses untuk menetapkan kemana harus pergi dengan mengidentifikasi syarat apa yang harus dipenuhi untuk sampai ketempat tersebut dengan cara yang paling efisien dan efektif (hafid, 2013). 

Sementara komunikasi adalah suatu upaya yang sistematis untuk merumuskan dengan cara yang setepat tepatnya asas asas pentrasmisian informasi sera bentukan opini dan sikap (Effendy, 2003). Berdasarkan kedua pengertian diatas, hal yang saya pahami mengenai perencanaan komunikasi adalah serangkaian tindakan tentang bagaimana suatu kegiatan komunikasi akan atau harus dilakukan aagar mencapai perubahan perilaku sesuai yang kita inginkan.

Citra adalah citra adalah cara bagaimana pihak lain memandang sebuah perusahaan, seseorang, suatu komite, atau suatu aktivitas. Citra adalah kesan yang diperoleh melalui pengetahuan dan pengalaman seseorang tentang suatu hal. Bagi perusahaan, citra diartikan sebagai persepsi masyarakat terhadap jati diri perusahaan. Persepsi masyarakat terhadap perusahaan didasari pada apa diketahui atau dikira tentang perusahaan yang bersangkutan (Soemirat dan Ardianto, 2004).

Contohnya
Membahas model perencanaan komunikasi korporasi dengan Model Pencitraan,salah satu perusahaan nasional saya akan bahas salah satu perusahaan yg sudah lama diindonesia yaitu SHARP.

PT Sharp Indonesia merupakan agen pemasaran dan perakitan buat produk TV dan audio bermerek Sharp nan berada di bawah supervisi perusahaan multinasional Sharp Corporation, Jepang. Produk-produk Sharp Indonesia bervariasi, antara lain TV, lemari es, mesin cuci, dan sebagainya.

PT Sharp Indonesia dapat dikatakan sebagai rajanya global elektronik tanah air. Saking pupolernya PT Sharp Indonesia, sebagian penduduk tanah air banyak nan memiliki produk elektronik nan dikeluarkan oleh PT Sharp Indonesia.

PT Sharp Electronics Indonesia lama dikenal sebagai produsen elektronik nomor satu dari generasi ke generasi. Kepercayaan terhadap citra merek tersebut merupakan akumulasi dari berbagai upaya, baik di dalam maupun luar perusahaan. Dalam internal perusahaan, Sharp Indonesia terus menanamkan rasa bangga terhadap merek pada setiap karyawan. Sementara untuk eksternal, Sharp Indonesia membangun relasi yang kuat kepada konsumen, dealer, bahkan media.

Pengelolaan citra merek ini mendapat perhatian yang cukup mendalam untuk oleh Sharp Indonesia hingga dibentuknya departemen Public Relations (PR) yang khusus menangani komunikasi antar karyawan hingga relasi media. Melihat pentingnya peran tersebut, Sharp Indonesia pun menguatkan model pencitraan dengan merancangkan berbagai strategi, mulai dari mengelola medianya sendiri hingga rutin mengadakan apresiasi tahunan bagi jurnalis. Atas upaya tersebut, Sharp Indonesia baru saja dianugerahkan penghargaan Indonesia PR of the Year 2019 – penghargaan bergengsi di bidang PR yang diusung oleh majalah MIX Marcom. 

Komunikasi Korporasi Nasional dalam membangun Informasi Perusahaan.

Aktivitas komunikasi korporasi berkontribusi pada informasi keberadaan sebuah perusahaan melalui banyak cara, seperti menciptakan kesadaran akan keberadaan perusahaan, menghubungkan asosiasi yang tepat terkait perusahaan dalam memori stakeholder, dan sebagainya. 

Komunikasi korporasi adalah cara-cara organisasi berkomunikasi dengan bermacam kelompok orang. Komunikasi korporat merupakan cara untuk membangun komunikasi dalam organisasi-organisasi. Dalam komunikasi korporat menghubungkan antara aplikasi teori komunikasi yang membuat hubungan komunikasi korporat dan strategi korporat perusahaan keseluruhan (Argenti, 2010)

Contohnya:
PT KRAKATAU STEEL

Survei yang dilakukan Public Relation week menemukan bahwa walaupun media tetap menjadi fungsi utama (98%) dalam aktifitas komunikasi yang dilakukan divisi public relations terutama dalam mengelola isu dan menghadapi krisis publik, ternyata masih banyak fungsi-fungsi penting dari public relations dalam corporate communication yang harus juga dioptimalkan dalam perusahaan. Fungsi dari corporate communication perusahaan meliputi berbagai bidang sebagai berikut : 

Corporate survey 2012. PR week. 

Media Relations (98 %)
Crisis Management (79&)
Employee/ Internal Communication (72%) 
Special Events (70%) 
Reputation Management (68%) 
Community Relations (62%) 
Product/ Brand Communications (60%) 
Marketing (44%) 
Annual/Quarterly Report (42%) 
Public Affairs/Government Relations (36%) 
Product/ Brand Advertising (35%) 
Issue Advertising (28%) 
Financial/ Investor Relations (25%)

Setelah menjadi perusahaan terbuka PT KRAKATAU STEEL mengalami perubahan budaya kerja, termasuk dalam struktur manajamennya yang saat ini telah mengganti divisi protocolaire dan internal communication menjadi divisi Corporate communication yang mempunyai tiga bagian dengan fungsi yang berbeda-beda yaitu, 

1. Media Relations
 yang bertugas untuk membangun dan memelihara hubungan baik dengan media serta menganalisis, mengumpulkan dan melakukan hal-hal yang berhubungan dengan penerbitan buletin, hubungan media dan pers. 

2. Corporate Event Managementyang bertugas menyelenggarakan dan mengatur acara dan kegiatan Direksi atau Komisaris dengan stakeholder serta mengawasi dan melakukan studi perbandingan/kelayakan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan protokoler perusahaan. 

3. Internal Communication PT KRAKATAU STEEL mempunyai tugas untuk merencanakan penyampaian pesan melalui media internal, merencanakan dan menjelaskan perubahan kebijakan direksi dengan manajemen, merencanakan dan membangun jaringan komunikasi interaktif antar karyawan dan bertanggung jawab atas hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan komunikasi dan acara-acara internal perusahaan. 

Setelah menjadi sebuah perusahaan go public, corporate communication PT KRAKATAU STEEL mempunyai beberapa fungsi : 

1. Sebagai komunikator, mediator dan pendukung manajemen dalam memberikan informasi kepada stakeholder (pemerintah, masyarakat maupun lembaga swadaya masyarakat) melalui sarana media (cetak, elektronik dan website), sponshorship maupun pameran yang dapat menaikan citra perusahaan. 

2. Sebagai protecting yaitu melindungi perusahaan dari segala macam isu atau permasalahan yang muncul baik internal maupun eksternal perusahaan. Tindakan yang dilakukan corporate communication sebagai protecting yaitu menangani isu-isu negatif yang menimpa perusahaan, melakukan media handling yang konprehensif, melakukan hubungan kelembagaan yang terus menerus seperti bekerja sama dengan Banten TV dan kerjasama dengan Untirta dalam kegiatan komunikasi. Membuat forum wartawan dengan press room. 

3. Sebagai Preempting yaitu mengantisipasi isu-isu yang saat ini belum ada tapi, kemungkinan akan muncul di kemudian hari. Tindakan yang dilakukanCorporate communication yaitu, melakukan media monitoring seperti kliping berita dari surat kabar setiap harinya yang menyangkut PT KRAKATAU STEEL dan anak-anak perusahaannya serta menjalin hubungan baik dengan publiknya. 

4. Sebagai promoting, yaitu mempromosikan hal-hal yang positif mengenai perusahaan. 
Tindakan yang dilakukan oleh Corporate communication adalah dengan mempromosikan kegiatan dan informasi mengenai perusahaan di media, ikut serta dalam pameran, membuat advertorial atau iklan perusahaan, membagikan buku company profile dan in house journal “KSG News” serta menjadi sponshorship dalam kegiatan-kegiatan lembaga atau instansi lainnya. 

Dalam mempertahankan pencitraan positif PT KRAKATAU STEEL di mata publik, Corporate communication juga menggunakan model komunikasi dua arah symmetrical yang searah atau sesuai dengan diharapkan dan 
komunikasi dua arah asymmetrical yang tidak sesuai dengan harapan yang berupa kendala-kendala dalam proses komunikasinya. Saat perusahaan menghadapi manajemen krisis dan krisis citra, Corporate communication melakukan penyampaian pesan kepada publik berdasarkan hasil riset dan strategi ilmiah untuk berupaya membujuk publik untuk bekerja sama, bersikap dan berpikir sesuai dengan harapan publik. 

Upaya-upaya Corporate Communication PT KRAKATAU STEEL dalam Mempertahankan Citra Positif Perusahaan melalui empat tahap yang sesuai dengan teori wheel spinning of public relations (Cutlip.Center & Broom. Effective of Public Relations.2007. Edisi 9) yaitu : 

1. Fact Finding (pengumpulan fakta) 
Pada tahap yang pertama ini, Public Relations mengidentifikasi, memantau, mengumpulkan fakta untuk mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini yang dapat berpengaruh pada citra perusahaan. Tahap ini dilakukan Melalui riset citra, perusahaan dapat menemukan fakta mengenai apa yang disukai dan tidak disukai publik tentang perusahaan, kemudian merancang strategi dan program yang tepat dalam menangani permasalahan perusahaan sehingga dapat bertindak dengan cepat dan tepat yang kemudian hasilnya diajdikan bahan evaluasi mengenai bagaimana tanggapan masyarakat yang berdampak pada pencitraan perusahaan. 

Selain melakukan riset citra ada juga melakukan analisis situasi dan analisis internal. “Analisis situasi menghasilkan apa yang disebut oleh praktis dinamakan factbook (buku fakta) yang sering kali dalam bentuk informasi yang dikumpulkan dalam file atau jilid lepas” (Cutlip, 2007:329). 

Sebagai perusahaan yang menggunakan sistem terbuka, Corporate communication PT KRAKATAU STEEL melakukan audit untuk mempelajari secara detail mengenai bagaimana, apa dan kepada siapa mereka berkomunikasi. Audit memberi pembuat keputusan sebuah gambaran yang jelas tentang apa yang sudah dilakukan dan memberi basis untuk menentukan perubahan apa yang perlu dilakukan. 

2.Planning and Programming (perencanaan dan program) 

Pada tahap ini, informasi yang dikumpulkan pada tahap pertama digunakan untuk membuat keputusan atau merumuskan bentuk program apa yang akan dilakukan, termasuk pula anggaran. Setiap bagian yang ada di divisi coporate communicationi PT KRAKATAU STEEL baik itu bagian internal communication, media relations dan Corporate event management membuat rancangan anggaran dan program kerja 
yang akan mereka lakukan setiap tahunnya. 

Setiap pertengahan tahun sebelumnya melakukan perencanaan program dan meminta budget kepada management. 

3.Taking Action and Communicating (Aksi dan Komunikasi) 

Pada tahap ketiga ini adalah bagaimana mengimplementasikan, mengkomunikasikan program-program 
dalam rangka mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Bagi divisi Corporate communication dalam menjalankan program, posisi bagian lain di dalam perusahaan sangat penting karena tanpa dukungan dari bagian lain di dalam perusahaan pelaksanaan program tidak akan berhasil. Seperti misalnya Corporate event management ketika mau melakukan event membutuhkan peran atau dukungan dari bagian internal communication dan media relations untuk mempubliksikannya karena tanpa publikasi yang baik event tersebut tidak akan berhasil. 

4.Evaluating The Program 
Tahap terakhir dari proses ini melakukan penilaian dan evaluasi terhadap program yang telah dilakukan. Apakah berhasil atau tidak. Apakah dapat dilanjutkan atau dihentikan Hubungan antara proses evaluasi program dengan mempertahankan citra perusahaan yaitu bagaimana peran public relations dalam mengevaluasi hasil kegiatan dan program yang telah dilakukan. Pada tahap ini public relations mempunyai tolok ukur tersendiri dalam menilai pencitraan perusahaan seperti di PT KRAKATAU STEEL yaitu melalui tolok ukur citra dari pemberitaan di media surat kabar serta memberikan kuisioner kepada pengunjung pabrik dari berbagai intitusi yang kemudian data yang diperoleh diolah untuk mengukur tingkat kepuasan pengunjung terhadap pelayanan PT KRAKATAU STEEL dan dengan melakukan rapat bulanan, persemester dan tahunannya. Hal ini jika dapat dilaksanakan secara rutin dan mendalam maka citra positif perusahaan akan dapat dipertahankan serta dapat memperkuat citra positif dengan memiliki praktisi, program dan tindakan serta komunikasi yang siap dalam menghadapi berbagai isu maupun krisis.



Perusahaan Nasional Terkait Budaya Perusahaan yang menimbulkan Citra baik negatif ataupun positif dimata Stakeholder.

Budaya organisasi merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai organisasi yang bermuara pada visi dan misi organisasi. Budaya organisasi yang terjabarkan dengan seksama pada perilaku pelaku organisasi akan menimbulkan citra positif organisasi dimata stakeholder.


Contohnya
Sebuah Perusahaan Nasional yaitu Tokopedia. 

Sejak berdiri tahun 2009, Tokopedia berkembang pesat menjadi e-commerce populer dan berhasil meraup lebih dari seratus juta pengunjung per bulan. Kini Tokopedia merupakan satu dari empat Unicorn di Indonesia, yakni perusahaan rintisan (startup) yang telah memiliki nilai valuasi lebih dari 1 miliar dollar AS (atau setara Rp 14 triliun).
Keberhasilan ini tak lepas dari faktor sumber daya manusia (SDM) yang menggerakkan perusahaan dalam satu dekade terakhir. Saat ini, Tokopedia juga menjadi salah satu perusahaan startup yang menjadi incaran generasi milenial pencari kerja. Secara tidak langsung, saking banyak yang mendambakan ingin bekerja di Tokopedia, banyak yang menganggap Tokopedia adalah perusahaan anak muda yang sulit untuk ditembus tidak sembarangan bisa ikut bergabung menjadi bagian dari Tokopedia. 

Great Nakama Experience
(Nakama adalah sebutan karyawan Tokopedia), yaitu sebuah strategi HR dalam pengembangan human capital yang berbasis pada employee experience.

Employee experience sebagai upaya organisasi dan personil untuk bekerja sama membangun pengalaman kerja otentik sehingga membangkitkan gairah semangat kerja, inovasi, dan produktivitas. Tujuannya adalah memperkuat kinerja individu, tim, dan organisasi.
Strategi ini hadir untuk menciptakan rasa bahagia karyawan dalam bekerja di perusahaan, sehingga dampaknya tidak hanya membuat karyawan terbaik betah dan semakin loyal, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan laba bisnis.
Employee experience dibangun melalui cara berikut:

Lingkungan Fisik Perusahaan:
Tokopedia menciptakan pengalaman menyenangkan bagi para Nakama dengan berinvestasi pada fasilitas kerja yang bagus dan suportif, seperti ruang kerja, ruang meeting, fasilitas penunjang semacam ruang fitness/gym dan area untuk anak-anak, hingga penyediaan makanan sarapan dan fresh snack.

Lingkungan Non-Fisik dan Kultur Kerja:
Lingkungan non-fisik perusahaan yang menyenangkan juga memberikan pengalaman positif bagi karyawan. Tokopedia menciptakan kultur kerja melalui penanaman budaya perusahaan yang baik, gaya kepemimpinan yang inspiratif, serta kolaborasi tim yang sehat. Bahkan, perusahaan juga menerapkan standar yang transparan dalam penilaian kinerja dan pemberian reward/bonus.

Perangkat Kerja dan Teknologi:
Sebagai perusahaan startup, Tokopedia sudah pasti menerapkan penggunaan teknologi dalam siklus kerja harian mereka. Teknologi digital ibarat ‘mainan’ sehari-hari dan telah menjadi bagian hidup kaum milenial.

Jika dikaitkan dengan jenis budaya yang dapat dikembangkan pada sebuah organisasi maka : 

Budaya Partisipasif diterapkan oleh Tokopedia, hal ini terlihat dari hadirnya tujuan employee experience sebagai upaya organisasi dan personil untuk bekerja sama membangun pengalaman kerja otentik sehingga membangkitkan gairah semangat kerja, inovasi, dan produktivitas. Tujuannya adalah memperkuat kinerja individu, tim, dan organisasi.

Budaya Konsistensi diterapkan oleh Tokopedi, hal ini terlihat dari Tokopedia yang menciptakan kultur kerja melalui penanaman budaya perusahaan yang baik, gaya kepemimpinan yang inspiratif, serta kolaborasi tim yang sehat. Bahkan, perusahaan juga menerapkan standar yang transparan dalam penilaian kinerja dan pemberian reward/bonus.

Perusahaan Nasional Terkait Pemahaman Bahwa Identitas Perusahaan Memiliki Benang Merah Dengan Citra Perusahaan.

Definisi 
Identitas perusahaan (Corporate identity) adalah suatu bentuk visual dan ekspresi grafis dari image dan identitas suatu perusahaan yang mampu mencerminkan image perusahaan yang hendak disampaikan. 


Menurut Cees Van Riel (1995) corporate identity adalah penampilan diri (self presentation) perusahaan yang meliputi tanda-tanda fisik (cues) yang ditunjukkan organisasi melalui perilaku, komunikasi dan simbol. Sebuah perusahaan yang baik harus dapat menyampaikan dan menguatkan image positifnya dengan cara mengekspose identitasnya pada khalayak. Karena itu dibutuhkan sebuah pengelolaan identitas yang baik dan terencana sebagai patokan untuk menciptakan image atau kesan yang ingin disampaikan. 

Menurut Scott Cutlip, Allen Center & Glen Broom, opini publik “mencerminkan sebuah konsensus, yang muncul setelah beberapa saat, dari seluruh pandangan yang ditujukan terhadap suatu permasalahan dalam diskusi, dan konsensus tersebut memiliki kekuatan”.

Opini publik bekerja dalam dua cara, yaitu sebagai sebab dan sekaligus sebagai akibat dari kegiatan PR. Opini publik yang dipegang teguh akan mempengaruhi keputusan manajemen. Sebaliknya, tujuan program PR adalah untuk mempengaruhi opini publik.

Contoh dari Perusahaan Nasional
Salah satu perusahaan yang sangat sadar bahwa Corporate Identity yang baik dan terencana memiliki benang merah dengan Corporate Image yang positif, adalah PT Gojek. 

Ketika Gojek mulai muncul di Indonesia. Gojek hadir dengan menampilkan identitas perusahaannya lewat logo berupa gambar ikon pengendara sepeda motor yang di atas kepalanya terdapat ikon wi-fi. Identitas berbentuk logo ini ditujukan untuk memberi gambaran kepada stakeholder, bahwa Gojek adalah sebuah perusahaan yang layanannya berfokus pada jasa Ride-Hailing atau jasa transportasi dengan tumpangan sepeda motor, yang dapat dipesan lewat internet. 

Logo yang menjadi identitas Gojek tersebut cukup jelas dipahami dan mampu menjadi sebuah komunikasi yang menjelaskan corporate image PT Gojek beserta layanannya. 

Seiring perkembangan waktu, Gojek kemudian berkembang pesat menjadi perusahaan yang layananannya berubah lebih luas dan bervariasi. Dari cuma sekedar Ride Hailing, Gojek berkembang menjadi perusahaan teknologi aplikasi ber fitur Digital Payment, Ticketing System, Cleaning Service, Food Delivery dan lain lain. Nadiem Makarim sebagai CEO nya pada saat itu menyebutnya sebagai Urban Daily Life Support Services. 

Dengan layanan yang sudah bergeser itu, maka Gojek sadar bahwa mereka harus mengubah Corporate Identity mereka demi menjaga corporate image yang lebih tepat dan positif.  Maka dapat dilihat dari identitas perusahaan yang telah dibangun oleh perusahaan ini yaitu:

Aspek Simbolik 
CEO Gojek Group Nadiem Makarim mengatakan bahwa Gojek sudah mengalami perubahan menjadi super-app dengan lebih dari 20 layanan yang mempermudah aktivitas sehari-hari penggunanya. Dengan demikian logo bergambar ikon pemotor itu, sudah tidak lagi akurat, tidak lagi jelas dan tidak lagi kuat untuk mewakili corporate image Gojek yang baru. Sehubungan dengan itu Gojek kemudian mengganti logonya dengan logo baru yang dipercaya dapat lebih jelas mengkomunikasikan core business Gojek. 

Logo lama Gojek diubah menjadi logo baru dalam wujud ikon berbentuk bundar. Ikon berbentuk bundar tersebut melambangkan sebuah tombol yang memiliki kemampuan super yaitu menjadi akses ke semua solusi. 

Selain logo, Gojek pun melakukan perubahan lain dari aspek simbolis. Gojek pun mengubah seragam seluruh mitra pengemudi ojek, yaitu jaket dan helmnya. Seragam baru yang fresh itu dipercaya lebih tepat dan sesuai dengan filosofi baru Gojek sebagai Super Apps 

Aspek Komunikasi 
Dari aspek komunikasi Gojek pun melakukan perubahan identitas. Yaitu dengan menampilkan iklan baru dengan tagline “Pasti Ada Jalan. Komunikasi iklan ini lebih fokus dan tajam menampilkan danmengkomunikasikan kepada khalayak bahwa aplikasi gojek sekarang menjadi aplikasi cerdik yang menjadi jalan terbaik bagi konsumen dalam upaya menyelesaikan berbagai masalah sehari hari di dalam hidup. 

Aspek Perilaku 
Gojek juga sadar bahwa Corporate Identity tidak hanya cukup diwakili oleh logo, seragam maupun iklan. Namun juga harus diwakili oleh perilaku mitra pengemudi ojek yang notabene bersentuhan langsung dengan konsumen. Itu sebabnya Gojek sangat serius mengatur perilaku mitra pengemudi ojek lewat aturan super ketat dengan metoda reward dan punishment yang tegas. Aturan itu dikenal oleh konsumen sebagai metoda penilaian layanan lewat jumlah bintang. 

Dan kemudian terbukti bahwa aturan yang keras itu ternyata mampu menciptakan perilaku mitra pengemudi ojek yang disiplin, customer oriented dan service oriented 

Ketiga visual yang mewakili corporate identity di atas yaitu: Dari aspek simbolik lewat logo dan seragam baru. Aspek komunikasi lewat iklan baru dan aspek perilaku dengan penerapan aturan keras yang menjaga disiplin mitra pengemudi ojek, maka PT Gojek akhirnya mampu menciptakan corporate image PT Gojek yang luar biasa. Gojek saat ini behasil menciptakan image yang positif dan dikenal sangat kuat sebagai perusahaan dengan orientasi kepuasan konsumen yang tinggi. Pada gilirannya image yang baik itu menciptakan reputasi PT Gojek yang tinggi di mata stakeholder-stakeholdernya.

Bentuk Kuadran B dari The Power-Interest Matrix dari satu organisasi/perusahaan nasional di Indonesia.

Definisi
Dalam tulisan "Analysis of 400 Strategic Decisions", Nut (2002) dijelaskan bawa separuh dari pengambil keputusan strategis menemui kebuntuan karena mereka tidak memberikan informasi yang dibutuhkan oleh stakeholder kunci perusahaan.

Barton (2011) menerangkan hal esensial dalam mengelola, mengatur dan memimpin sebuah perusahaan, yakni bagaimana manajemen mengubah cara pandangnya terhadap nilai bisnis dari pendekatan shareholder menuju pendekatan stakeholder.

Pada kuadran B (KEEP INFORMED), tingkat kepedulian tinggi dan kekuasaan yang dimiliki rendah maka informasi yang diberikan kepada stakehoder bersifat menjaga arus informasi agar tetap dimiliki oleh stakeholder. Dalam hal ini informasi bersifat memelihara pemahaman stakehoder terhadap keberadaan organisasi (understanding). 

Tipe Strategi yang digunakan untuk untuk mengelola Stakeholder B adalah dengan Strategi Persuasif/informational, sedangkan Taktiknya menggunakan metode UNDERSTANDING yaitu seperti Melibatkan pada diskusi, meeting maupun advertising & Educational.

Contoh
 untuk perusahaan Nasional seperti Anak Perusahaan PT PLN (Persero) yaitu PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) yang merupakan Produsen Listrik Terbesar di Indonesia, dan tempat diaman saya bekerja yang proses bisnis nya adalah menjual Listrik ke PLN, kemudian PLN menjualnya kembali dengan mendistribusikan kepada Masyarakat secara langsung.

Stakeholder PT PJB yang masuk pada Kuadran B (Keep Informed) adalah

1. Asosiasi Perusahaan Pembangkitan Listrik di Indonesia yang beranggotakan perusahaan-perusahaan Pembangkit Listrik

2. Major Competitor: Pesaing Perusaahan yang memiliki skala bisnis besar dalam kompetisi industri Pembangkit Listrik, seperti PT Indonesia Power, atapun Perusahaan-Perusahaan Asing Baru yang ikut dalam penyediaan Listrik 30.000 MW

3. Minor Competitor: Pesaing Perusahaan yang memiliki skala bisnis kecil dalam kompetisi industri Pembangkit Listrik, contoh nya perusahaan pembangkit Listrik kecil-kecil yang hanya suply diarea daerah tertentu saja.

4. Owned Media : Media yang dimiliki dan dikelola perusahaan untuk mempromosikan produknya, contohnya disini ada majalah INFO MEDIA PJB atau medsos-medsos yang dikelola oleh PT PJB

Bentuk Tanggung Jawab Ekonomis Dari Satu Perusahaan Nasional Di Indonesia.

Merujuk contoh bentuk tanggung jawab ekonomis dari satu perusahaan nasional di Indonesia, tentunya kita perlu ketahui dahulu apa itu tanggung jawab ekonomis. 

Tanggung Jawab Ekonomis adalah tanggung jawab yang secara garis besar perusahaan harus memiliki nilai tambah atau make more profit agar perusahaan teruslah berkembang. 

Sebagai Contoh perusahaan yang telah melakukan tanggung jawab ekonomis adalah, GO-JEK. Berawal dari hanya menawarkan Jasa Ojek Online, hingga kini GO-JEK telah berkembang pada penwaran jasa yang lainnya, mulai dari Food Delivery Go-Food, lalu berberlanja bahan makanan GO-MART, Jasa pijit dan salon GO-Massage, jasa bersih-bersih GO-Clean. dan lainnya. 

Tak hanya mendapatkan profit yang lebih berlimpah, gojek juga terus mempekerjakan masyarakat yang memang membutuhkan pekerjaan.

Not the Destiny Line